Relawan artikel
Meningkatkan Kesehatan Ibu Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ancilla Y. S. Irwan   

AncillaDua dari delapan Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals – MDGs) berkaitan langsung dengan proses persalinan. Adapun tujuan yang dimaksudkan adalah tujuan 4 yaitu mengurangi tingkat kematian anak dan tujuan 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu. Dimasukkannya proses persalinan dalam dua tujuan tersebut menambahkan makna dari persalinan itu sendiri, bahwa persalinan tidak hanya merupakan wujud regenerasi dari suatu keluarga ataupun bangsa namun juga penting untuk perkembangan manusia itu sendiri.

Dalam setiap pembahasan mengenai kedua tujuan tersebut, kita akan langsung menganalogikannya dengan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Walaupun demikian, artikel ini akan focus pada AKI.

Selengkapnya...
 
Millenium Development Goals dan Kesadaran Terhadapnya Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ananda Ivannanto Setiyo   

A. Millenium Development Goals

AnandaMillenium Development Goals (MDGs) asalnya dibentuk oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan dipromosikan setelah adanya komitmen tulus yang datang dari 187 negara termasuk 147 anggota pemimpin negara dari Persatuan Bangsa Bangsa dan 23 organisasi international untuk membebaskan seluruh umat manusia dari kemiskinan ekstrim dalam Millenium Summit tahun 2000.

Walaupun adanya sedikit kerumitan dalam mengklarifikasi asal dari MDGs, tujuan yang diklaim oleh OECD sebagai ambisius namun realistis ini mencakup 8 tujuan dan 18 target konkrit untuk pembangunan yang termasuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, penyakit, buta huruf, degradasi lingkungan dan diskriminasi terhadap wanita pada tahun 2015.

Selengkapnya...
 
MDGs Cetak E-mail
Ditulis Oleh Dwitya Ardhani Putri   

DwityaSosialisasi program MDG di Indonesia dapat dikatakan sangat kurang. Hal ini terlihat dari survey kecil yang saya lakukan terhadap beberapa teman, beberapa saat yang lalu. Saya bertanya kepada mereka, apakah mereka pernah mendengar mengenai program MDG dan target-target yang akan dicapainya? Ternyata, dari sekitar 30 orang yang ditanya, hanya dua orang yang dapat menjawab pertanyaan tersebut, sisanya mengatakan bahwa mereka tidak tahu dan bahkan belum pernah mendengar apakah MDG itu. Akhirnya saya menjelaskan secara singkat kepada teman-teman saya mengenai apa itu program MDG dan target-target yang akan dicapainya, dengan harapan mereka akan mengerti dan paham, yang berimbas kepada meningkatnya kepedulian mereka terhadap MDGs dan program-program sosial lainnya. Hasil dari survey tersebut memang tidak bisa mewakili secara keseluruhan masyarakat Indonesia, tapi setidaknya dapat memberikan gambaran mengenai pengetahuan mereka atas MDG.

Selengkapnya...
 
The Impact of Corruption on Progress towards Achieving the MDGs Cetak E-mail
Ditulis Oleh Anna-Louise Strachan   

Anna-Louise

(Original english version / no translations available)

Tackling corruption is crucial if the Millennium Development Goals (MDGs) are to be achieved.  In order for countries to be able to maximise their efforts in the drive to eradicate poverty they must be free from corruption. Many countries have been unable to make Active Imagesignificant progress on the MDGs due to continuing corruption and inefficiency.

It is essential that governments allocate adequate funds for development and the achievement of the MDGs and that these funds are used appropriately. It is therefore important for governments and local institutions to operate transparently with monitoring systems in place to ensure that resources set aside for tackling poverty are not misspent.

Selengkapnya...
 
MDGs Cetak E-mail
Ditulis Oleh Elly Tjin   
EllyMenghadapi tantangan-tantangan perubahan pembangunan dunia masa kini, MDGs dibentuk sebagai bagian dari kerjasama secara globalisasi pada tahun 1990s world summit. Kerjasama secara globalisasi, regional, dan national dalam mencapai 7 target MDGs termasuk martabat dan aksi tercantum pada Millennium Declaration.
 
Berbagai Negara telah berjanji untuk melaksanakan bagian masing Negara sesuai dengan kapasitas Negara tersebut; Negara miskin berjanji akan memimpin lebih baik, dan menginvestasi melalui sarana kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat sedangkan Negara kaya berjanji mendukung Negara miskin melalui dukunganbentuk bantuan, pinjaman keuangan, dan transaksi bisnis.
Selengkapnya...
 
Focusing on relative poverty: making expenditure work for Indonesia?s poor Cetak E-mail
Ditulis Oleh Andry Yudha Kusumah   

Andry

This article is avaible in the original english version (not translations avaible)

Abstract: There are 37.168.300 poor people in Indonesia. They may not have enough income, but it doesn’t mean that they will not spend like the rest of the society. Measuring what is poor is the most important first step, and it enables us to indentify the specific cause of poverty in a particular societal context.  In the bigger scope, which measurement should be more focused later on, income based or expenditure based? absolute poverty or relative poverty? The author argued that relative poverty and expenditure based measurement should be the one, or reconfigure the absolute poverty into a new height, which is higher than Indonesia current poverty line. Current Indonesia poverty line is 5 times too low than “requirement of competent life” standard. Current income poverty line embodies the risk to deceive Indonesia citizen and policy makers about the dire situation that Indonesia’s poor are having. Should the expenditure based is used, the number of poor people may be double that of today.

Keywords: Indonesia’s poverty line, absolute poverty, relative poverty, income based, expenditure based, vulnerability.

Selengkapnya...
 
Pendidikan di Indonesia Cetak E-mail
Ditulis Oleh Oktavia Sidharta   
OktaviaTerdapat delapan Tujuan Pembangunan Milenium yang diharapkan tercapai pada tahun 2015. Artikel ini akan fokus pada tujuan yang kedua, yaitu mencapai pendidikan dasar bagi semua. Kunci kesuksesan suatu bangsa terletak pada sistem pendidikan yang baik. Indonesia, walaupun berlimpah kekayaan alamnya, belum mampu untuk menjadi negara maju. Mengapa? Karena sumber daya manusianya belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mengelola SDA tersebut.
Selengkapnya...
 
Berita dan artikel sebelumnya...